Selasa, 10 Maret 2015

Proposisi

Adalah “pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya”.
Maksud kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.

Jenis-Jenis Proposisi
Proposisi dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :

1. Proposisi berdasarkan bentuk
v  Proposisi bentuk tunggal
Adalah proposisi yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat
contohnya :
adik menangis
S          P
v  proposisi bentuk majemuk
Adalah suatu proposisi yang terbentuk atas satu subjek dan lebih dari satu predikat.
Contohnya :
yuli belajar menyanyi dan belajar bermain gitar
S                  P                                              P

2. proposisi berdasarkan sifat
v  proposisi kategorial
Adalah antara hubungan subjek dan predikat tidak memerlukan syarat khusus.
Contohnya :
Semua orang memiliki nama
v  Proposisi kondisional
untuk proposisi kondisional dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu :
Kondisional hipotesis
merupakan suatu proposisis yang terjadi akibat adanya hubungan sebab akibat.
Contohnya :
Jika matahari terbenam langit akan menjadi gelap
v  Kondisional disjungtive
merupakan proposisis yang mengandung pilihan atau alternative untuk dipilih.
Contohnya :
Pak Sukarno dapat disebut presiden pertama atau pejuang.

3. Proposisi berdasarkan kualitas
v  Proposisi kualitas positif/afirmatif
Dimana pada proposisi ini terdapat persesuaian antara subjek dan predikat
Contohnya :
Semua dokter adalah orang pandai
v  Proposisi kualitas negative
proposisi dimana tidak terdapat kesesuaian antara subjek dan predikat.
Contohnya :
Tidak satupun laki-laki yang melahirkan




4. Proposisi berdasarkan kuantitas
v  Proposisi kuantitas universal
Merupakan proposisi yang biasanya diawali dengan kata yang menunjukkan sesuatu itu umum, misalnya semua,  seluruhnya.
Contohnya :
Semua hewan karnivora memakan daging
v  Proposisi kuantitas spesifik
Merupakan proposisi yang diawali dengan kata yang menyatakan sebagian atau sedikit.
Contohnya :
Sebagian warga 3ka28 bertempat tinggal di bekasi.



Pengertian penalaran
Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghung-hubungkan data atau pakta yang ada sehingga pada satu kesimpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar disinilah letak kerjanya penalaran orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk menapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan . kaliamat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut reposisi. Dengan mengetahui definisi penalaran dapat diketahui bahwa penalaran terbagi menjadi 2 yaitu;

1. Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif bertolak dari sebuah kontusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum. Simpulan yang diproleh tidak mungkin lebih umum daripada proposisi tempat menarik simpulan itu. Proporsi tempat menarik simpulan itu disebut premis.

Penarikan simpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula dilakukan secara tak langsung.
Misalnya :
1. Semua S adalah P (premis)
Sebagian P adalah S (simpulan)
contoh: Semua ikan berdarah dingin. (premis)
Sebagian yang berdarah dingin adalah ikan. (simpulan)
2. Tidak satu pun S adalah P. (premis)
Tidak satu pun P adalah S. (simpulan)
contoh : Tidak seekor nyamuk pun adalah lalat.(Premis)
Tidak seekor lalat pun adalah nyamuk. (simpulan)
3. Semua S adalah P.(premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P.(simpulan)
contoh; Semua rudal adalah senjata berbahaya.(premis)
Tidak seekor lalat pun adalah nyamuk.(simpulan)
4. Tidak satu pun S adalah P.(premis)
Semua S adalah tak-P.(simpulan)
contoh; Tidak seekor pun harimau adalah simga.(premis)
Semua harimau adalah bukan singa.(simpulan)
5. Semua S adalah P.(premis)
Tidak satu pun S adalah tak-P.(simpulan)
Tidak satu pun tak-P adalah S.(simpulan)
contoh: Semua gajah adalah berbelalai.(premis)
Tidak satu pun gajah adalah takberbelalai.(simpulan)
Tidak satu pun yang tak berbelalai adalah gajah.(simpulan)

2. Penalaran induktif

Penalaran induktif adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan - pernyataan yang khusus dan menghasilkan kesimpulan yang umum. Dengan kata lain kesimpulan, yang diperoleh tidak lebih khusus daripada pernyataaan (premis)
Ada berapa bentuk penalaran induktif ?

1. Generalisasi

Generalisasi ialah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Jadi dari beberapa gejala dan data yang kita ragukan, dapat kita simpulkan kebenaranya setelah beberapa data sebagai pernyataan memberikan gambaran seperti :
contoh : Jika dipanaskan, Besi memuai.
Jika dipanaskan, Tembaga memuai.
Jika dipanaskan, Emas memuai.
Jadi jika dipanaskan, logam memuai.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di dalam simpulan generalisasi sebagai berikut :
1. Data itu harus memadai jumlahnya. Makin banyak data yang dipaparkan makin jelas simpulan yang diperoleh.
2. Data itu harus meawkili keseluruhan.
3. Pengecualian perlu diperhitungkan karena data-data yang mempunyai sifat khusus tidak dapat dijadikan data.

Generalisasi sempurna
Adalah generalisasi yang dimana seluruh fenomena atau kejadian yang bisa menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh: Sensus Penduduk
Generalisasi tidak sempurna
Adalah generalisasi yang dimana kesimpulannya dapat di ambil dari sebagian fenomena yang di selidiki dan di terapkan juga untuk semua fenomena yang belum di selidiki.
Contoh : Hampir Semua wanita dewasa di Jakarta menyukai coklat

2. Analogi

Analogi adalah cara penarikan pernalaran secara membandingkan dua hal yang mempunyai sifat yang sama.
contoh : Nina adalanh lulusan Universitas Gunadarma
Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Ali adalah lulusan akademi A
Oleh sebab itu, Ali dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Tujuan Penalaran secara analogi sebagai berikut :
1. Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan
2. Analogi digunakan untuk menyingkapkan kekeliruan
3. Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.
Dandy adalah lulusan akademi militer
Dandy dapat membuat website dengan baik.


3. Hubungan kausal

Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan.
Ada tiga jenis hunbungan kausal ;
Sebab-Akibat: terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap sebuah akibat yang nyata, misalnya kalau kita melihat sebiji buah mangga jatuh dari batangnya, kita akan memperkirakan beberapa kemungkinan penyebabnya. Mungkin mangga itu tertimpa hujan, mungkin dihempas angin, dan mungkin pula dilempari oleh anak- anak. Pastilah salah satu kemungkinan itu penyebabnya.
Contohnya:
Karena PLN mengalami gangguan, menyebabkan mati lampu di perumahan Cibubur.
Sebab akibat
Akibat-Sebab:
Akibat sebab ini dapat dilihat pada peristiwa seseorang pergi ke dokter. Kedokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab, jadi mirip dengan entimen. Akan tetapi, dalam penalaranj enis akibat-sebab ini peristiwa sebab merupakan kesimpulan.
Contoh:
Gigs mendapatkan kartu merah, karena melakukan pelanggaran
Andi mendapatkan surat tilang, karena mengebut di jalan
Akibat- akibat:
Akibat- akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “ akibat” langsung disimpulkan pada suatu “akibat” yang lain.
Contoh:
Ketika pulang dari pasar, Ibu Sonya melihat tanah dihalamannya becek. Ibu langsung menyipulkan bahwa kain jemuran di belalkang rumahnya pasti basah. 

Senin, 05 Januari 2015

Motivasi dan Inspirasi

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas  arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan
Semua orang memiliki titik jenuh. Entah, kapan datangnya?
Suatu kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus akan menimbulkan efek jenuh jika tidak di imbangi dengan sesuatu yang membuat hati menjadi senang dengan hal tersebut.

Sesuatu yang dapat memotivasi atau menginspirasi saya adalah bapak  H.Kusmapradja, beliau adalah pemilik PO luragung jaya, walau pun sukses tapi ternyata pada awalnya dia hanya penjual arang, berkat sabar dan kerja kerasnya sekarang dia bisa sesukses ini, itulah yang menginspirasi saya dalam menjalani kehidupan. Walaupun sekarang tidak punya apa-apa asalkan kita sabar dan terus bekerja keras pasti akan indah pada waktunya.

Nah, itulah sedikit ulasan dari saya tentang Motivasi Inspirasi.

Terimakasih

Kamis, 30 Oktober 2014



Karangan Deskriptif, Naratif, Persuasif, dan Argumentatif

1.Karangan Deskriptif
Deskriptif adalah satu kaedah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri.

Contoh:
Aku berdiri tepat depan kelas ku. Aku melihat di meja guruku ada taplak meja dengan motif batik, dan di atasnya ada vas bunga yang berwarna hijau dan dihiasi bunga-bunga yang terbuat dari kain. Lalu aku melangkahkan kaki ku menuju kebelakang, aku melihat banyak sapu yang berantakan dan aku hitung ada tiga sapu. Aku melihat ke dinding ada hiasan bunga, jam dinding yang mempercantik diding kelas ku. ada dua papan tulis yang memang sengaja disambung agar terlihat panjang. Kemudian aku mulai membersihkan kelas ku supaya kelas ku menjadi lebih bersih. Kata guru ku, jagalah kebersihan supaya kita nyaman saat belajar di kelas.

2.Karangan Naratif
Naratif adalah rangkaian kalimat yang bersifat narasi atau bersifat menguraikan (menjelaskan dsb, dalam makna lain naratif di katakan sebagai prosa yang subjeknya merupakan suatu rangkaian kejadian. naratif (narrative) setidaknya mengandung unsur judul (title), orientasi (orientation), komplikasi(complication), dan resolusi (resolution).
Contoh:
Pulang sekolah tepatnya pukul 14.00 saya langsung pergi ke rumah.Saya tidak berpikir untuk singgah ke tempat teman tidak seperti biasanya.Setelah saya sampai di rumah say langsung pergi ke dapur dan mengambil sepiring nasi.Perutku sangat lapar.Pukul 15.00 aku ditelpon pacar untuk diajak jalan-jalan.Tanpa pikir panjang aku langsung pergi ,namun tak lupa pamitan sama orang tua.

3.Karangan Persuasif
Karangan persuasif adalah bentuk karangan yang bertujuan untuk membujuk pembaca agar bisa berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya.

Contoh:
pendidikan adalah hal yang paling mendasar yang harus kita jalankan,baik pendidikan formal atau informal dan pendidikan baik secara langsung kita ucapkan itu pendidikan atau pendidikan yang tidak kita rasakan itu telah mendidik.Pendidikan yang paling mendasar dan akan menjadi landasan adalah pendidikan di lingkungan keluarga setelah itu pendidikan formal namun dewasa ini seseorang dituntut memiliki riwayat pendidikan formal yang baik dan skill serta attitude.Untuk itu kita dituntut untuk memiliki pendidikan yang baik dari sisi formal maupun informal untuk menghadapi tuntutan-tuntutan yang ada

4.Karangan Argumentatif
karangan argumentatif adalah suatu karangan yang bertujuan untuk memberikan alasan kuat dan meyakinkan.

Contoh:
Kesuburan Tanah
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanamanbagi para petani. Tak hanya baik bagi kesuburan tanah tapi juga akan memperbaiki kualitas dari tanaman sehingga akan mampu menghasilkan niali rupiah yang baik bagi petani
Berikut masing-masing perbedaan dari karangan tersebut:

DESKRIPTIF
NARATIF
PERSUASIF
ARGUMENTATIF
Deskripsi adalah gambaran.
Narasi adalah cerita.
Persuasi adalah bujukan.
Argumentasi adalah pendapat  yang didasari fakta.
Menyajikan detail objek.
Berisikan kejadian atau peristiwa.
berguna untuk membujuk pembaca untuk berbuat sesuatu
berguna untuk memberikan alasan kuat dan meyakinkan.
Membuat pembaca atau pendengar merasakan atau mengalami sendiri .
Disusun menurut urutan waktu..
Dipengaruhi oleh keinginan penulisnya.
Mengusahakan suatu pemecahan masalah



Kue Brownise

Latar Belakang       
Usaha adalah sesuatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan dapat meningkat kan taraf hidup seseorang untuk lebih baik. Suatu badan usaha yang kita jalankan dapat menghasilkan laba, atau pendapatan yang semaksimal mungkin, kita menyelenggarakan usaha yang bermanfaat dan menguntungkan dalam kesejahteraan hidup.
Aktifitas perdagangan, merupakan suatu komponen ekonomi dan merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, maka saya berinisiatif untuk membuka usaha rumah tangga yang bergerak dibidang produksi kue brownise.

Tujuan Usaha 
Makanan adalah salah satu jenis usaha yang tak pernah mati. Dengan modal tidak terlalu besar dalam mengawalinya mungkin jenis ini bisa diperhitungkan, serta untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Pemasarannya pun jelas, bisa dengan penitipan ke warung,dll.

Untuk memulai usaha dibidang makanan anda harus memperhatikan:
Lokasi
Keuntungan lain usaha ini adalah anda tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. Karena anda bisa mengerjakannya di rumah dengan memakai peralatan dapur yang sudah ada. Anda bisa saja menitip jualkan pada warung yang sudah ada. Jadi anda tidak usah dipusingkan dengan urusan lokasi.

Pemasaran
Promosi sangat di perlukan dalam setiap usaha, khususnya usaha seperti ini. Pada kemasan atau pembungkus tersebut bisa juga anda mencantumkan alamat dan nomor telepon sehingga memudahkan calon pelanggan untuk memesan produk anda. menjaga kebersihan dan membina hubungan baik denagn para pelanggan, merupakan modal keberhailan pemasaran usaha anda.

Modal Usaha
Selain modal untuk memulai usaha ini, sebaiknya anda mempunyai keterampilan, pengetahuan tentang produk, keberanian untuk menjual, pengetahuan dimana tempat membeli bahan baku ang baik dan murah, memasang target penjualan, berani berkreasi setiap waktu agar produk tetap selau up to date. Setelah anda mempunyai pengetahuan yang cukup, selanjutnya tinggal menyiapkan peralatan untuk memproduksi, seperti oven, mixer, aneka cetakan,loyang dan peralatan tambahan lainnya. Adapun biaya pengeluaran untuk peralatan tersebut bisa bekisar antara Rp. 500 ribu – Rp. 1 juta, tergantunga dari kebutuhan anda. Sedangkan untuk bahan bakunya anda tinggal menyiapkan tepung, gula, telur, dan aneka bahan lainnya yang di butuhkan.
Biasanya kue Brownise di jual mulai dari harga Rp. 25.000 s/d Rp. 50.000. Tinggal bagaimana anda ingin membesarkan usaha ini. Dengan keuletan niscaya usaha ini cukup berpotensi.



Produksi
            Untuk produksi hanya dilakukan oleh keluarga.

Tips berbisnis makanan :
• Pengenalan dan Penjajakan
• Harus Enak
• Tampilan Menarik
• Pelayanan
• Lakukan Promosi
• Mengatur Keuangan